-->
Berbekal Eceng Gondok, UMKM Kerajinan Ini Go International

Berbekal Eceng Gondok, UMKM Kerajinan Ini Go International


Eceng Gondok adalah jenis tanaman air yang tumbuh mengapung dan kerap dianggap tak bermanfaat. Namun, di tangan Ieko Damayanti, eceng gondok diolah menjadi barang-barang cantik yang laris manis di pasaran.

Sekitar tahun 2007, Ieko memulai usahanya dengan mengembangkan Eceng gondok melalui pelatihan yang diikutinya di Yogyakarta. Kala itu dia berpikir, bagaimana eceng gondok yang merupakan tanaman tak bernilai disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat.

"Waktu itu ikut pelatihan hanya sekitar 5 hari. Dan aku berfikir bagaimana menciptakan lapangan kerja," ujarnya pemilik usaha dengan nama "Sahabat Alam" saat ditemui pada "UMKM BRILian Preneur 2019" di JCC, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Berlokasi di Kunciran Jaya, Tangerang, Banten, Ieko mantap mengembangkan eceng gondok yang kala itu bisa dibeli dengan harga sangat murah, hanya Rp 2.000 per kilogram. Dengan ketekunan, usahanya membuahkan hasil, di mana pembeli kerajinan karyanya adalah tetangga sekitar.

Pelan tapi pasti, usahanya mulai membuahkan hasil. Dibantu oleh 10 orang pekerja, kerajinan eceng gondok yang digelutinya mulai banyak peminat. Omsetnya terbilang lumayan, saat ini dia bisa mengantongi hingga Rp 30 juta setiap bulannya.

"Awalnya (omset) kecil Rp 600 ribu, terus Rp 1 juta," katanya lagi.

Produk buatannya beragam, mulai dari tas, wadah penyimpanan, alas kaki, hingga furniture. Harga jualnya mulai dari Rp 35 ribu sampai Rp 5 juta rupiah. Harga paling mahal adalah furnitur yang dilapisi eceng gondok.

Saat ini, kerajinan eceng gondok buatannya memang belum bisa menembus pasar internasional alias ekspor. Namun, melalui "UMKM BRILian Preneur 2019" Ieko berharap produk buatannya bisa dilirik oleh pembeli dari negara lain.

"Targetnya dari pameran ini, barang yang dijual habis semua, dan ada pembeli luar yang tertarik," tuturnya.

BRI memang menyebut, ada 74 pembeli potensial yang datang dari 16 Negara dari Benua Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia, dan Australia. Melalui pembeli potensial tersebut, tujuan utama pameran ini adalah mempertemukan pengusaha UMKM dengan pembeli potensial, serta untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pengusaha UMKM untuk berorientasi ekspor.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 20 sampai 22 Desember ini diikuti oleh 155 UMKM binaan Bank BRI dan Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI yang bergerak di bidang usaha seperti fashion, makanan dan minuman, dan kerajinan (Craft & Home D├ęcor).

Direktur Utama Bank BRI, Sunarso mengatakan UMKM Export BRILian Preneur 2019 memiliki konsep pameran atau expo dengan menampilkan hasil produk UMKM binaan Bank BRI. Selain itu, Bank BRI juga menyuguhkan acara Business Matching, Talkshow, UMKM Award, Barista Competition, Artist Performance, hingga Art Installation.

Terkait dengan pemberdayaan UMKM, Bank BRI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam hal pengembangan UMKM. Salah satunya adalah peningkatan porsi pembiayaan yang akan ditingkatkan menjadi 80% pada tahun 2022.

"Bank BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 903,14 Triliun dimana 77,60% diantaranya disalurkan ke segmen UMKM dan porsi tersebut akan terus ditingkatkan hingga 80% pada tahun 2022," tutupnya.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment