-->
Soroti Jokowi-Deddy Corbuzier, Sunda Empire di Polda Jabar Masuki Babak Baru

Soroti Jokowi-Deddy Corbuzier, Sunda Empire di Polda Jabar Masuki Babak Baru



BandungPetualangan Sunda Empire memasuki babak baru. Polda Jawa Barat yang menangani kasus kemunculan kelompok ini menaikkan perkara ke penyidikan. Mengenai tersangka, penyidik masih akan memeriksa sejumlah orang.

Sejak awal kemunculannya di pertengahan Januari 2020, Sunda Empire mengundang banyak kontroversi. Terlebih soal klaim-klaimnya terkait sistem pemerintahan dunia.

Salah satu petinggi Sunda Empire Rangga Sasana atau HRH Rangga bahkan banyak memperingatkan orang. Mulai dari Ridwan Kamil, Presiden Jokowi hingga terakhir Deddy Corbuzier.

"Saya juga sudah peringatkan dari awal Ridwan Kamil, kalau tidak paham Sunda Empire jangan jadi Gubernur di Jawa Barat, karena Jabar itu pusat dari tatanan Sunda. Saya mengingatkan kepada pemerintah Indonesia dari RT sampai Presiden, termasuk DPR dan MPR untuk tidak memberikan komentar sembrono, karena Sunda Empire ini adalah pemiliknya internasional punya, seluruh tatanan dunia ini Sunda land ini milik tatanan dunia. Kami bertanggung jawab atas proses ini, karena saya pewaris dinasti Pajajaran Siliwangi," kata Rangga kepada detikcom, Jumat (24/1) lalu.

Baca Juga : 
Giliran Deddy Corbuzier Kena "Semprot" Petinggi Sunda Empire

Rangga lalu memperingatkan Deddy berkaitan dengan video Podcast yang diunggah pembawa acara itu ke akun YouTube-nya. Deddy sendiri memang mengunggah video Podcast yang didalamnya ada membahas Sunda Empire. Dalam video itu, Deddy berdialog bersama Mbah Mijan.

"Makanya jangan sembarangan itu si siapa, artis bicara tentang Sunda Empire, belum tahu belum kenal sudah membicarakan itu. Itu si siapa Deddy Corbuzier, nggak sopan itu ingatkan. Terus siapa itu lawannya (Mbah Mijan) itu kurang ajar namanya," kata Rangga saat dihubungi, Minggu (26/1/2020).

Sementara itu, di kepolisian Sunda Empire memasuki babak baru. Direktorat Reserse Kriminal Umum sudah menaikkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan. Hal ini berdasarkan laporan polisi model A.

"Kasus sudah naik ke penyidikan," ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Hendra Suhartiyono saat dikonfirmasi, Senin (27/1/2020).

Meski sudah naik ke tingkat penyidikan, polisi belum menetapkan tersangka. Pihaknya akan memanggil kembali petinggi Sunda Empire.

"Insya Allah secepatnya kang. Lusa kita panggil lagi mereka," kata Hendra.

Polisi menduga ada penyebaran berita bohong dalam kasus tersebut.

"Sementara dugaannya ada sebuah bentuk kegiatan yang diduga melanggar ketentuan pidana khususnya Pasal 14 KUHP terkait penyebaran berita bohong," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2010).

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment