-->
Ridwan Kamil : "Kuntilanak" Di Jalan Asia Afrika Berpendapatan Rp. 5 Juta

Ridwan Kamil : "Kuntilanak" Di Jalan Asia Afrika Berpendapatan Rp. 5 Juta


Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut kuntilanak di Jalan Asia Afrika berpendapatan tak kurang dari Rp 5 juta. Namun, kuntilanak di sini bukanlah hantu, melainkan cosplay. "Pendapatan (cosplay hantu) kuntilanak lima juta (rupiah) per orang," kata Ridwan Kamil dalam sambutan pada Munas PHRI ke XVII di Ballroom Resinda Hotel Karawang, Senin (10/2/2020).

Emil, sapaan Ridwan Kamil, menyebut hal tersebut terjadi akibat munculnya wisata baru yang berkaitan dengan selfie economy. Artinya di mana ada objek foto, maka wisatawan datang.

Emil menyebut pariwisata sebagai bisnis kebahagiaan. Di mana orang-orang rela mengeluarkan uang untuk mendapatkan kebahagian dengan berwisata. Masyarakat rela pergi ke suatu tempat demi melihat alam, kota dengan arsitekturnya. Sehingga, munculah destinasi-destinasi baru. "Maka di Kota Bandung, saat menjadi wali kota, saya hanya memperbaiki trotoar di Jalan Asia Afrika, sekarang jadi pariwisata hantu-hantu cosplay," tambahnya. Di era saat ini, menurut Emil, semua hal adalah pariwisata. Baginya, semua tempat adalah destinasi dan semua orang bisa jadi pemandu wisata. Di Provinsi Jabar, imbuh Emil, semua dinas adalah dinas pariwisata. "Saya punya Dinas Sumber Daya Air (SDA) saya bilang jangan hanya ngurus irigasi , sungainya harus punya nilai dampak sosial ekonomi. Danaunya jangan hanya diurus urusan airnya, tapi punya tempat yang punya nilai tambah ekonomi," jelasnya. Jabar, kata dia, juga memprioritaskan sektor pariwisata. Pemprov Jabar pun menerapkan tiga strategi, yakni perbaikan akses wisata, membuat 50 destinasi wisata baru, dan membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) Pariwisata, misalnya di Pangandaran dan Sukabumi. Emil menyatakan pihaknya tengah mengebut pengembangan desa wisata, selain desa digital. Sebab potensinya tak bisa dipandang sebelah mata. "Di sebuah desa di Kuningan, saking indahnya bukit orang (ramai datang) berselfie. Si kepala desanya ngecas (menarik retribusi) Rp 10.000 (kepada) setiap yang datang. Ternyata setahun pendapatan dari wisata berfoto saja Rp 1,5 miliar masuk ke kas desa," ungkapnya.

Emil mengatakan pada April 2020 mendatang di Jawa Barat akan ada Tourism Summit. Sebanyak 100 titik pariwisata akan dilelang kepada investor. "Akan ada 100 destinasi baru, akan ada 100 peluang hotel restoran di Jabar," katanya. Di Jabar sendiri jumlah kunjungan wisata pada 2019 mencapai 60 juta orang dari target 51 juta orang. Jumlah kunjungan didominaksi wisatawan domestik.

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment