Hikmah Jumat "Ujian & Fitnah, Sebuah Kepantasan ...??

Hikmah Jumat "Ujian & Fitnah, Sebuah Kepantasan ...??



Hidup dan segala panaroma nya adalah sekolah, ia adalah madrasah butuh tempaan dan tentu yang pasti ia tarbiyah madal hayah, pendidikan sepanjang masa. Nilai rapor nantinya ditentukan oleh kwalitas ketabahan, taqwa ikhlas, iman dan tsabatnya

Semua tempaan dalam hidup memiliki nilai tarbiyah dan pasti punya makna dan nilai tinggi bagi mereka yang dapat memetik hikmah dan kemuliaan yang akan didapatkannya di hari berikutnya 

Memahami ujian kehidupan sebagai sunnatullah dan bersikap dewasa dalam menghadapinya tidak mudah untuk manusia biasa, butuh manusia yang punya basis nilai yang kita sebutkan di awal.

Mereka yang tercerahkan mestinya tetap ikhlas menerima qodarNya, dan mereka yakin Allah pasti memberikan kekuatan dan pahala tanpa batas. Sebagaimana janjiNya bahwa "sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". Qs. Az-zumar : 10

Fitnah dan ujian hidup, bencana atau musibah juga segala model penyakit dan kesulitan hidup, apalagi kehilangan mereka yang paling di cintai dalam perjalanan hidup ini merupakan bagian dari skenarioNya agar kita bisa naik ke kelas berikutnya dan kelak memantaskankan nilai kita di hadapanNya. Kata nabi "tidaklah segala sesuatu yang menimpa orang beriman dari kesusahan, sakit, kegundahan, kesedihan dan gangguan, hingga duri yang menusuknya, kecuali Allah menggugurkan kekhilafannya"

Soo, sejarah telah membuktikan betapa manusia tidak pernah terlepas dari ujian dalam kehidupannya, para Nabi yang merupakan orang paling dekat dan dicintaiNya pun juga mengalami ujian2 berat.

Nabi Ibrahim, Ismail, Yusuf, Zakaria, Yahya As., semuanya tak luput dari ujian,  demikian pula Nabi Ayyub As., yang berpenyakit akut, sehingga dijauhi semua kerabat kecuali istri tercintanya. 

Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkomentar tentang sakit yang di alami Nabi Ayyub ”...hingga tidak ada satu senti pun dari tubuhnya yang selamat dari penyakit tersebut kecuali hatinya, dan tidak ada sedikit pun harta yang bisa dia gunakan untuk mengobati penyakitnya kecuali seorang istri yang setia menemaninya..."

Kualitas kehidupan kita kadang diuji dengan berbagai cara, point masalahnya adalah bukan bagaimana cara yang digunakan untuk menguji kita, melainkan bagaimana respons kita terhadap ujian

Kembali ke judul, pertanyaannya kemudian, apakah ujian dan fitnah dalam kehidupan adalah sebuah kepantasan?, ya. Ia pantas dan harus di berikan pada semua kita untuk menaikkan level kita, menguatkan visi dan memantaskankan diri kelak di hadapanNya dengan membawa segala macam keluhan dan curhatan perjuangan.

===================== >Oleh Ustad. Abdullah Sartono <===========================

Pengelola PTQ Shohwatul Islam Pasangkayu Sulawesi Barat

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

VIRAL