-->
"Umar Bin Khattab Saja Bersyukur Ketika Di kritik"

"Umar Bin Khattab Saja Bersyukur Ketika Di kritik"


SUATU Hari, ‘Umar  bin Khattab berdiri menyampaikan khutbah. Di dalam khutbahnya ‘Umar berkata, “Wahai manusia, siapa pun di antara kalian yang melihat kebengkokan dalam diriku (dalam hal karakter, keputusan, dan sikap), maka biarkan dia meluruskan kebengkokan itu.”

Seseorang dari majelisnya berteriak, “Demi Allah, seandainya kami melihat kebengkokan itu ada padamu, kami akan meluruskannya dengan pedang kami."

Umar kemudian berkata, “Segala puji hanya milik Allah, Yang telah menempatkan di negeri ini seseorang yang akan meluruskan kebengkokan Umar dengan pedangnya.”

Itulah sifat Umar. Ketakutannya kepada Allah menjadikan ia seorang pemimpin yang bijaksana. Bahkan ia meminta rakyatnya meluruskan kebengkokan yang ia lakukan.

Jadi jika ada seorang muslim diamanahi sebagai pemimpin,presiden,anggota dewan,Ketua DPR,ketua DPRD,Bupati,Gubernur,siapapun,maka wajib hukumnya meniru apa yang dilakukan khalifah kita,Umar bin Khottob ketika dikritik.

Sepedas apapun kritik yang dilontarkan rakyat,boleh jadi hadir karena penderitaan yang mereka alami,telan saja walaupun sakit kritiknya,kenapa ?karena pada hakikatnya pejabat adalah pelayan rakyat,jadi yang namanya pelayan ya harus siap digoblog goblogin apalagi dikritik,bahkan pejabat atau pemimpin sudah digaji rakyat,dan diberi fasilitas dari uang rakyat,jadi kalau rakyat mengritik wajar,karena resiko pejabat atau pemimpin adalah dikritik,dihina.Jadi pejabat harus tahan banting,kuat mentalnya,jangan mudah baperan kalau anak zaman now menjelaskan.

Jika ada pemimpin,dikritik lalu sedikit sedikit lapor polisi,ini namanya kekanak -  kanakan.Umar bin Khottob saja ketika dikritik,malah bersyukur,bukan main lapor.

Tahun 2003,ketika saya SMP,saya pernah mendengar Guru bahasa inggris saya berkata,"Orang yang tidak mau dikritik adalah orang pengecut!"

Semoga bermanfaat.

Penulis Oleh Edwin Makanu
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment